Pajak Pertambahan Nilai atau PPN merupakan pajak yang dikenakan atas setiap pertambahan nilai dari barang atau jasa dalam peredarannya dari produsen ke konsumen.Merupakan jenis pajak konsumsi yang dalam bahasa Inggris disebut Value Added Tax (VAT) atau Goods and Services Tax (GST).

Tarif PPN sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2009 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah.  Berikut beberapa standart tarif PPN yang sudah ditentukan menurut undang-undang yang berlaku :

  • Tarif PPN 0% berlaku untuk ekspor Barang Kena Pajak Berwujud, Barang Kena Pajak Tidak Berwujud dan ekspor Jasa Kena Pajak.
  • Tarif PPN 10% berlaku untuk semua produk yang beredar di dalam negeri, termasuk di daerah Zona Ekonomi Eksklusif dan landas kontinen yang di dalamnya berlaku undang-undang yang mengatur tentang kepabeanan.
  • Tarif PPN atas barang mewah ditetapkan paling rendah 10% dan paling tinggi 200%.
  • Khusus untuk barang dan jasa yang terkena tarif PPN 10%, besaran tarif tersebut masih dapat diubah menjadi paling rendah 5% hingga paling tinggi 20% mengikuti peraturan pemerintah yang berlaku.

Tarif PPN yang dikenakan kepada pembeli akan tertulis jelas pada setiap bukti transaksi jual beli. Artinya, harga yang nantinya dibayar akan ditambah dengan jumlah PPN. Namun, jika kita tidak menemukan keterangan PPN pada struk, artinya total harga yang tertera sudah termasuk PPN.

Di Accurate 5 transaksi PPN bisa di catat dan dimunculkan pada saat transaksi pembelian dan penjualan. Langkah-langkah untuk memunculkan PPn nya sebagai berikut:

Munculkan PPN di Invoice Penjualan di Accurate 5 :

  1. Masuk ke menu daftar (paling atas) – daftar lain- kode pajak. Setelah itu buat baru.

2. Pilih custumer yang mau dikenakan PPn tersebut dengan masuk ke menu daftar – pelanggan – klik 2x nama pelanggan – klik tab penjualan dan masukan PPn tersebut di bagian pajak 1. Pajak 2 nya bisa di isikan pajak yg lain atau bisa di kosongkan. lalu OK

3. Bila sudah point 1 dan 2 berikutnya buka Modul penjualan . Ppn bisa di catat melalui penawaran, pesanan penjualan (SO) dan juga Faktur penjualan ( SI ). caranya buka faktur penjualan- pilih nama pelanggan – pilih nama barang atau jasa yang mau dijual, dan isikan kode Pajak yang sudah di set di point no 1.

Untuk memunculkan Pajak masukan di faktur pembalian, caranya sama dengan penjualan. kode pajak harus di inputkan di masing-masing pemasok atau vendor. setelahnya di faktur pembelian juga jangan lupa kode pajak nya di masukan.

Baca juga: Penjelasan lengkap mengenai software accurate