Mengatur Hutang dan Piutang di Masa Resesi

Mengatur Hutang dan Piutang di Masa Resesi | Resesi merupakan penurunan kegiatan ekonomi secara signifikan yang berlangsung dalam beberapa bulan, umumnya lebih dari tiga bulan. Beberapa indikator yang biasa digunakan untuk mengukur kondisi resesi antara lain, terjadi penurunan Produk Domestik Bruto (PDB), merosotnya pendapatan riil, jumlah pengangguran meningkat karena lapangan kerja berkurang, penjualan ritel melorot, hingga terpuruknya industri manufaktur Umumnya, dibutuhkan jeda waktu cukup panjang untuk pulih dari fase resesi.

Mengatur mengelola utang dan piutang di tengah ancaman resesi

Bagi pelaku usaha, diperlukan strategi yang tepat untuk mengelola bisnis agar tidak terkena dampak resesi. Konsultan Keuangan sekaligus Founder Beta Consulting Jibrilia Alamsyah mengungkapkan, salah satu hal penting untuk menjaga keberlangsungan usaha ialah mengelola keuangan, khususnya terkait utang dan piutang perusahaan. Berikut ini adalah cara mengelola utang dan piutang ditengah ancaman resesi.

Neraca

Sebagai pemilik usaha, Anda perlu mengetahui posisi neraca secara akurat. Secara sederhana, hal itu digambarkan sebagai uang, aset, dan utang.

Pengumpulan data secara komprehensif akan membuat Anda mengetahui posisi keuangan perusahaan sehingga dapat mengambil keputusan yang tepat ke depan.

Dari sisi uang, Anda harus mengetahui jumlah uang yang dimiliki perusahaan di bank, baik berbentuk tabungan, petty cash, atau format lain. Intinya, Anda harus mengetahui seberapa banyak dana yang dimiliki perusahaan untuk bisa memenuhi utang perusahaan atau berbagai kewajiban lain.

Selain itu, Anda juga perlu mengetahui jumlah investasi yang dimiliki perusahaan beserta jenis instrumen keuangannya, seperti deposito, obligasi, saham, atau sukuk. Anda juga harus mengetahui berapa banyak total aset berwujud yang dimiliki perusahaan, seperti tanah, bangunan, mesin, atau peralatan produksi.

Tak ketinggalan, Anda juga harus mengetahui jumlah dana yang masih tersangkut dan belum cair di konsumen, klien, mitra kerja atau merchant. Berikut dengan data subjek dan rentang waktu piutang tersebut harus dilunasi.

Jangan sampai Anda lupa bahwa Anda sudah memberikan kewajiban berupa barang atau jasa kepada klien, namun belum memperoleh pembayaran. Kelalaian dalam pencatatan bisa menyebabkan Anda mengalami kerugian karena tak sadar masih memiliki dana di pihak luar.

Prioritaskan Utang Berbiaya Tinggi

Ungkapan “Cash is the king” sepertinya bermakna besar dan layak dipakai saat situasi sulit seperti sekarang ini. Pada masa krisis, menjaga likuiditas kas atau uang tunai merupakan hal yang sangat penting demi kelangsungan bisnis.

Kendati demikian, Anda juga tak bisa mengabaikan kewajiban untuk membayar utang perusahaan.

Di situasi krisis, Anda kemungkinan sulit untuk membayar utang sesuai kewajiban. Maka itu, Anda perlu mengukur ulang utang yang perlu dibayar terlebih dahulu, kemudian prioritaskan membayar utang yang memiliki jumlah cicilan atau beban bunga utang paling tinggi.

Restrukturisasi Hutang

Jika berdasarkan laporan neraca keuangan, perusahaan tak sanggup membayar utang secara penuh, maka Anda disarankan mengajukan restrukturisasi utang, baik ke bank, lembaga keuangan lain maupun investor ritel. Restrukturisasi utang bisa berupa perubahan jumlah pokok atau biaya bunga utang, dan perpanjangan tenor atau jangka waktu berutang.

Usahakan Penagihan Piutang Tepat Waktu

Berdasarkan informasi dari laporan neraca, Anda harus mengumpulkan seluruh data piutang secara akurat. Data yang dimaksud antara lain, jumlah dana yang belum cair, subjek piutang, dan rentang waktu piutang. Dari data tersebut, Anda bisa menyiapkan daftar penagihan piutang secara tepat waktu.

Langkah awal dimulai dengan melakukan penagihan pembayaran beberapa saat sebelum waktu jatuh tempo. Kemudian mengingatkan kembali pada saat waktu jatuh tempo, dan memberi peringatan ketika pihak yang berutang tak membayar sesuai waktu yang disepakati. 

Negosiasi dengan Debitur

Dalam prosesnya, Anda harus proaktif berkomunikasi dengan pihak konsumen untuk menegosiasikan solusi yang tepat dalam membayar piutang, terutama ketika mereka tidak mampu membayar tunggakan. Rencanakan cara pembayaran sebaga jalan tengah, misalnya  mencicil separuh dari kewajiban, mencicil dalam jangka waktu lebih panjang, atau membayar tanpa bunga, bahkan melakukan barter.

Baca juga: Cara membuat invoice online dengan mudah

Demikian cara mengatur hutang dan piutang di masa resesi, Salah satu cara mudah untuk membuat analisa hutang dan piutang untuk usaha adalah dengan menggunakan accurate online. Accurate online adalah software akuntansi berbasis cloud yang dapat di akses melalui web dimana saja dan kapan saja. Accurate bisa membuat invoice ke pelanggan dan juga invoice masuk dari vendor dan juga mengontrol jatuh tempo hutang dan piutang. Dapatkan penawaran resmi accurate online sekarang dengan diskon 25% untuk pengguna baru. Bila ada yang belum  jelas atau mau ditanyakan bisa hubungi marketing di telephone atau wa di 0812-8434-1364.

 

PENAWARAN ACCURATE ONLINE

 

 

 

 

Perhatikan Hal Berikut Sebelum Menyewa Akuntan

Perhatikan hal berikut sebelum Menyewa akuntan di perusahan, menyewa akuntan untuk membantu menyelenggarakan pembukuan memang sebuah pilihan, hal tersebut diambil karena merupakan pilihan yang instan, biaya terjangkau dan lebih dipercaya karena pengalaman seorang akuntan lebih tinggi dibandingkan perusahaan mengambil seorang pegawai akuntansi untuk membuatkan laporan keuangan.  Para akuntan memiliki tugas dan peran yang sangat penting bagi perusahaan. Keputusan dalam menyewa akuntan adalah pilihan yang tepat, namun tidak bisa dilakukan terburu-buru. Karena, Anda harus memahami beberapa hal terlebih dahulu sebelum menyewa akuntan.

Baca juga: Cara mudah memahami laporan keuangan bagi UMKM

Pada kesempatan kali ini, kami akan membahas secara lebih lengkap tentang beberapa hal yang harus Anda ketahui sebelum menyewa akuntan.

Jenis-Jenis Akuntan yang Bisa Anda Sewa

Sebelum membahas lebih dalam tentang hal apa saja yang harus Anda pertimbangkan sebelum menyewa akuntan, perlu Anda ketahui bahwa terdapat beberapa jenis profesi akuntan. Berikut ini adalah beberapa jenis profesi akuntan tersebut:

1. Akuntan Publik

Akuntan publik adalah seorang akuntan professional yang bekerja secara independen, memiliki kantor sendiri, serta menawarkan jasanya ke publik. Berbagai jasa akuntansi yang mereka tawarkan adalah perpajakan, penyusunan laporan keuangan, konsultasi manajemen perusahaan, serta membantu menyusun laporan keuangan pada suatu perusahaan guna pengajuan kredit.

2. Akuntan Pemerintah

Akuntan pemerintah adalah seorang akuntan yang bekerja pada lingkungan pemerintahan, seperti Badan Pemeriksaan Keuangan atau BPK serta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan  atau BPKP. Beberapa tugas yang dimilki oleh seorang akuntan yang bekerja pada lingkungan pemerintah adalah memeriksa dan mengawasi aliran keungan negara, dan juga merancang sistem akuntasi untuk lembaga pemerintahan tersebut.

3. Akuntan Pendidik

Profesi akuntan pendidik berbeda dengan profesi akuntansi lainnya yang berfokus pada praktik akuntansi, kenapa? Karena akuntan pendidik hanya fokus pada dunia pendidikan akuntansi saja. Mereka yang berprofesi sebagai akuntan pendidik memiliki tanggung jawab dalam mengajar dan menyusun kurikulum pendidikan akuntansi suatu institusi pendidikan.

Selain itu, akuntan pendidik juga memiliki tanggung jawab dalam meneliti dan mengembangkan ilmu akuntansi.

4. Akuntan Internal

Akuntan internal adalah suatu profesi akuntansi yang paling banyak ditemukan dalam perusahaan. Seorang akuntan internal juga memiliki posisi jabatan pada perusahaan, yaitu staf dan kepala bagian akuntansi atau direktur keuangan. Seorang akuntan internal perusahaan berperan dalam menyusun sistem akuntan perusahaan, melakukan penyusunan laporan untuk pihak luar, serta menyusun anggaran serta menangani pajak perusahaan.

5. Akuntan Syariah

Profesi ini bisa dibilang sebuah profesi akuntan baru yang ada di Indonesia dan masih sulit ditemukan. Mereka yang menyewa seorang akuntan syariah biasanya seorang pengusaha yang menerapkan berbagai prinsip syariah Islam dalam mengelola keuangan perusahaannya. Para akuntan syariah akan melakukan pekerjaannya sesuai dengan standar akuntansi syariah dan berpegang teguh pada keputusan MUI.

6. Akuntan Pajak

Seorang akuntan pajak memiliki fokus tanggung jawab pada hal pencatatan dan pembukuan pajak. Akuntan pajak akan sangat dibutuhkan oleh perusahaan dalam menghitung pajak perusahaan lalu melakukan pelaporan pajak ke Direktorat Jenderal Pajak.

Tugas Seorang Akuntan

1. Menetapkan Anggaran Perusahaan

Seorang akuntan memiliki peranan yang penting dalam menetapkan sasaran penjualan, laba, dan melakukan perencanaan secara teliti dan rinci agar perusahaan mampu mencapai tujuan tersebut. Dalam menyusun anggaran, para akuntan membutuhkan berbagai data di masa lalu yang sudah dilaporkan dalam laporan keuangan.

Anggaran tersebut akan digunakan dalam mengawasi berbagai kegiatan operasional perusahaan melalui perbandingan antar data sebenarnya dengan anggaran.Penyusunan laporan ini akan dilaporkan secara periodik, baik bulanan maupun tahunan.

2. Merancang Sistem Informasi

Tugas selanjutnya yang harus dilakukan oleh seorang akuntan adalah merancang informasi. Mereka harus melakukan identifikasi terhadap kebutuhan informasi guna kepentingan internal dan juga eksternal perusahaan. Setalah itu, mereka akan bisa merancang dan mengembangkan sistem informasi yang sesuai.

3. Melakukan Pemeriksaan Intern

Para akuntan juga harus melakukan pemeriksaan intern terhadap perusahaan-perusahaan besar. Tugas utama mereka adalah mengevaluasi sistem akuntansi dan manajemen perusahaan tersebut. Selain itu, mereka juga akan membantu pihak menajemen dalam memperbaiki efisiensi operasi dan juga mamastikan karyawan di perusahaan tersebut sudah melakukan berbagai prosedur dan rencana yang sudah diputuskan oleh manajemen.

Baca Juga: Laporan keuangan untuk perusahaan manufaktur

Lantas, Apa Saja yang Harus Diperhatikan dalam Menyewa Akuntan

Setelah mengetahui jenis profesi akuntan beserta tugas-tugasnya. Maka selanjutnya Anda harus mengetahui hal apa saja yang harus diperhatikan dalam menyewa akuntan.

1. Pengalaman yang Dimiliki

Hal pertama yang harus dipahami dalam menyewa akuntan professional adalah pengalaman yang dimiliki oleh akuntan. Jadi, pastikan Anda mengetahui pengalaman apasaja yang dimiliki oleh seorang akuntan tersebut.

Anda bisa mengetahuinya dengan mengajukan berbagai pertanyaan yang kompleks, seperti menguji pengalamannya dalam menangani keuangan perusahaan industri yang tengah berkembang, bagaimana cara mendapatkan keringanan pajak, serta bagaimana pengalamannya dalam menangani perusahaan pada industri yang sama dengan perusahaan Anda.

2. Pelayanan yang Mampu Diberikan

JIka Anda memang membutuhkan jasa seorang akuntan, tentunya Anda membutuhkan tingkat pelayanan yang terbaik. Anda bisa mengajukan pertanyaan tentang layanan apa saja yang mampu diberikan oleh seorang akuntan tersebut, seperti apakah mereka menawarkan jasa pembukuan, atau hanya persiapan sistem pajak saja.

Anda juga bisa menanyankan pada mereka tentang penyediaan dukungan audit serta kemampuan mereka dalam menghitung pajak, baik bulanan ataupun tahunan.

Selain itu, tanyakan pula apakah akuntan tersebut mempunyai kerjasama yang baik dengan pengacara pajak apabila sewaktu-waktu membutuhkannya. Banyaknya pelayanan yang diberikan oleh akuntan tersebut akan menentukan performa perusahaan Anda kedepannya.

3. Biaya dan Penagihan

Dua hal ini adalah hal terpenting lainnya yang harus Anda perhatikan dalam memilih jasa akuntan. Anda bisa menanyakan pada mereka apakah dibayar per-jam atau biaya tetap.

Jika jasa akuntan tersebut mengatakan adanya biaya tetap, maka Anda harus mengetahui kapan saja waktu yang mereka sediakan untuk bisa berkonsultasi. Selain itu, tanyakan pula siklus faktur, invoice, serta tanggal pembayaraanya agar Anda bia mengatur anggaran atau budget yang sesuai.

4. Sertifikat Profesi

Mereka yang menganggap dirinya seorang akuntan hampir pasti memilliki sertifikat profesi untuk meningkatkan kredibiltasnya. Anda bisa menanyakan tentang sertifikat yang harusnya dimiliki oleh seorang akuntan publik. Seorang akuntan publik yang memiliki kualitias baik dan profesional akan dengan senang hati memberikan informasi tersebut.

Selain itu, Anda juga bisa menanyakan pada mereka tantang bagaimana cara mereka mengikuti undang-undang pajak, serta tren pajak terbaru. Seorang akuntan yang bersertifikat akan lebih mudah diterima oleh perusahaan atau lembaga pemerintah, sehingga Anda akan sangat terbantu dalam proses audit perusahaan.

5. Teknologi

Anda juga harus memastikan bahwa akuntan yang Anda pilih memiliki pemahaman yang baik tentang teknologi akutansi yang digunakan. Dengan begitu, mereka akan melakukan pekerjaannya dengan lebih cepat dan mudah, dan juga akan mampu memberikan keringanan pada perusahaan dalam segi biaya dan waktu.

Baca Juga: 

Pedoman Profesi Akuntan

Seorang akuntan juga harus memahami dan mempelajari sistem standar akuntasi yang masih berlaku. Selain itu, mereka juga harus memahami berbagai aturan baku, seperti kode etik profesi dan juga standar kegiatan pekerjaan akuntan.

Kode etik profesi adalah berbagai kaidah yang menjadi suatu landasan bagi eksistensi profesi dan juga sebagai dasar atas terbentuknya sistem kepercayaan masyarakat. Kode etik akuntansi  yang sudah ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) adalah sebagai berikut:

  • Tanggung jawab professi yang harus dilakukan adalah selalu menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam seluruh kegiatan yang dilakukan.
  • Kepentingan publik, seorang akuntan memiliki kewajiban untuk bertindak dalam kerangka pelayanannya kepada publik, menghormati kepecayaan publik, dan menunjukan segala komitmen atas profesionalisme yang dimiliki.
  • Integritas, seorang akuntan akan berusaha memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik, serta akan memenuhi tanggung jawab profesionalnya dengan integritas setinggi mungkin.
  • Objektivitas, seorang akuntan professional harus benar-benar menjaga objektivitas, mampu bersikap netral, serta terbebas dari berbagai benturan kepentingan dalam memenuhi kewajiban profesional.
  • Memiliki jiwa kompetisi dan tingkat kehati-hatian yang tinggi.
  • Kerahasiaan, seorang akuntan harus menghormati dan menjaga kerahasiaan yang didapatkan saat melakukan jasa akuntan profesional.
  • Standar teknis, seorang akuntan juga harus melakukan pekerjaannya sesuai dengan standar teknis dan juga standar profesional yang sesuai.

Software Akuntansi yang Terbaik dan tepat untuk Para Akuntan

Salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang akuntan adalah memahami teknologi yang tengah populer saat ini. Salah satu teknologi yang terus berkembang dalam dunia akutansi adalah software akutansi. Software akutansi merupakan software yang memiliki fitur akutansi yang lengkap untuk memudahkan proses pengelolaan keuangan.

Salah satu software akutansi yang sudah lama berdiri dan dipercaya oleh masyarakat secara luas adalah software akutansi Accurate. Selain memudahkan pengelolaan keuangan, software akutansi dari Accurate juga dilengkapi dengan fitur pembelian, fitur penjualan, fitur perpajakan, fitur aset tetap dll. Informasi lengkap mengenai accurate online bisa menghubungi  marketing di 0812-8434-1364 dan bisa membutuhkan penawaran bisa langsung dibawah ini.

PENAWARAN ACCURATE ONLINE