[av_one_full first min_height=” vertical_alignment=” space=” custom_margin=” margin=’0px’ padding=’0px’ border=” border_color=” radius=’0px’ background_color=” src=” background_position=’top left’ background_repeat=’no-repeat’ animation=” mobile_display=”] [av_image src=’https://accuratesalescenter.com/wp-content/uploads/2019/08/lr.jpg’ attachment=’1737′ attachment_size=’full’ align=’center’ styling=” hover=” link=” target=” caption=” font_size=” appearance=” overlay_opacity=’0.4′ overlay_color=’#000000′ overlay_text_color=’#ffffff’ animation=’no-animation’ admin_preview_bg=”][/av_image] [/av_one_full][av_one_full first min_height=” vertical_alignment=” space=” custom_margin=” margin=’0px’ padding=’0px’ border=” border_color=” radius=’0px’ background_color=” src=” background_position=’top left’ background_repeat=’no-repeat’ animation=” mobile_display=”] [av_textblock size=’14’ font_color=’custom’ color=’#000000′ admin_preview_bg=”]

Apa yang di Maksud dengan Pajak Penghasilan?

Pengertian Pajak penghasilan adalah pajak yang dikenakan terhadap laba yang diperoleh perusahaan.

Perhitungan pajak penghasilan ini dapat didasarkan pada laba akuntansi atau laba menurut pajak.

Pajak Penghasilan yang dikenakan atas penghasilan yang diperoleh perusahaan dilaporkan mengurangi penghasilan dalam laporan rugi laba.

Karena penghasilan dalam suatu periode itu sendiri terdiri dari dua unsur yaitu:

1) penghasilan usaha yang rutin, dan

2) penghasilan luar biasa.

Maka beban pajaknya juga akan dibagikan kepada elemen-elemen yang rutin dan luar biasa.

Dalam laporan rugi laba dipakai susunan all inclusive sehingga elemen-elemen tidak biasa juga dilaporakan di laporan itu.

Oleh karena itu beban Pajak Penghasilan semuanya akan dilaporkan dalam laporan keuangan perusahaan, yaitu di laporan laba rugi.

Apabila kedua jenis penghasilan tersebut (rutin dan luar biasa) keduanya positif maka beban pajaknya akan dialokasikan dengan perbandingan jumlah penghasilan.

Tapi bila salah satu penghasilan tersebut jumlahnya negatif (rugi) maka penghasilan yang positif akan dibebani dengan pajak yang lebih besar dari yang sesungguhnya dikenakan.

Kelebihan ini akan diimbangi dengan pajak kredit dari penghasilan yang negatif.

Laporan rugi laba dapat juga disusun dengan susunan current operating performance , di mana elemen-elemen tidak biasa tidak masuk didalamnya tetapi dilaporkan dalam laporan laba tidak dibagi.

Oleh karena itu beban PPH-nya dialokasikan pada kedua laporan tersebut.

Jurnal Pajak Penghasilan

Account Type :

PPh psl 25 = Other Current Asset(Aktiva Lancar Lainnya)

PPh Psl 29 = Other Current Liabilities (Hutang Lancar Lainnya)

Income Tax = Other Expense (Beban Lain-lain)  dan

Pengakuan Pajak Penghasilan dijurnal di Accurate dari Activities | General Ledger | Journal Voucher,  jurnal nya adalah :

(Dr) Income Tax     xxxx

(Cr) PPh Psl 25      xxxx   (jika ada)

(Cr) PPh psl 29      xxxx

PPh psl 29 (Hutang Pajak Penghasilan) mau disetor ke Pajak, buat Jurnal :

(Dr) PPh psl 29        xxxx

(Cr) Cash/Bank     xxxx

  • Memasukan Pajak penghasilan di antara Laba rugi sebelum pajak dan Laba rugi Setelah Pajak. PERSIAPAN-PREFERENSI-PERPAJAKAN
[/av_textblock] [/av_one_full]